Realisasi investasi Sultra Semester I Tunjukkan Tren Positif

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Parinringi SE., M.Si.

FAJARSULTRA.COM
Realisasi Investasi Provinsi Sulawesi Tenggara pada semester I tahun 2022 menunjukkan tren positif. Dari data Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara realisasi Investasi pada semester I tahun 2022 sebesar Rp. 10,639,22 triliun.

Realisasi Investasi tersebut, terbesar berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak Rp. 8,251,26 triliun sedangkan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp. 2,387,41 triliun.

“Realisasi investasi semester I tahun 2022, didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp. 8,251,26 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya sebesar Rp. 2,387,41 triliun. Grand total investasi pada triwulan I tahun 2022 ini sebesar Rp. 10,639,41 triliun,” Kata Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tenggara, Parinringi SE., M.Si.

“Alhamdulillah, realisasi investasi semester I merupakan angka dengan nilai yang cukup baik. Nilai dan pertumbuhan positif ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara setelah dihantam pandemi,” lanjutnya.

Menurut Parinringi, Negara Penanaman Modal Asing (PMA) pada semester I di Sulawesi Tenggara didominasi oleh Hong Kong yang merupakan otoritas wilayah administratif khusus China sebesar Rp. 6,871,24 triliun.

“Disusul Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebesar Rp. 589,887 miliar, Singapura sebesar Rp. 418,206 miliar, Kanada Rp. 128,82 miliar, kemudian masysia Rp. 36,669 miliar, British Virgin Island sebesar Rp. 29,336 miliar, india 26,30 miliar dan yang terakhir jerman sebesar Rp. 0,06 miliar,” terangnya.

Disebutkan, sektor penyumbang realisasi Investasi terbesar pada semester I tahun 2022 yakni sektor industri logam dasar, barang logam sebesar Rp. 8,713,85 triliun, disusul sektor pertambangan sebesar Rp. 588,547 miliar, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp. 511,215 miliar.

“Kemudian sektor perumahan, kawasan Industri dan perkantoran sebesar Rp. 489,783 miliar, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp. 135,202 miliar, sektor Industri makanan Rp. 54,648 miliar, jasa lainnya Rp. 23,19 miliar, listri, gas dan air Rp. 8,40 miliar, dan yang terakhir industri mineral non logam Rp. 7,64 miliar,” jelasnya.

Dibawah Kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abunawas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Berkomitmen Menciptakan Iklim Investasi yang Baik Bagi Para Investor

Mantan Bupatinya Konawe dua Priode ini menyebutkan dari nilai realisasi investasi sebesar Rp. 8,096 triliun pada semester I tahun 2022 ini, mampu menyerap tenaga kerja dari dalam maupun luar daerah sebanyak 6.960 orang.

“Sedangkan ntuk Tenaga Kerja Asing (TKA) itu 249 orang, sehingga totalnya 7.209 orang,” sebutnya.

Ditambahkan di tahun 2022 Kementrian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi Provinsi Sulawesi Tenggara Rp. 34,73 Triliun.

Target tersebut diyakini mampu dicapai dengan berbagai strategi yang dilakukan pemerintah daerah dibawa Komando Gubernur Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas.

“Tahun ini BKPM menargetkan realisasi investasi di Sultra sebesar Rp. 34, 73 Triliun. Kami sangat optimis target dari tersebut bisa tercapai, Tahun 2021 lalu saja, realisasi investasi di Sultra mencapai Rp.27,934 triliun. Melebihi target,” tandasnya.

Kawasan Mega Industri PT. Virtu Dragon Nickel Industri dan Obsidian Stainless Steel di Kabupaten Konawe. Kedua perusahaan tersebut merupakan salah satu penyumbang investasi terbesar di Sulawesi Tenggara.

DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat 10 besar perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I tahun 2022. Dimana PT Obsidian Stainless Steel berada diperingkat pertama dengan total investasi sebesar Rp. 6,616 triliun.

Diurutan kedua PT. Ascendent Land Logistik melakukan investasi sebesar Rp. 418,022 miliar, kemudian disusul PT. Kolaka Nickel Indonesia Rp. 289,441 miliar, selanjutnya PT. Sulawesi Cahaya Mineral Rp. 233,87 miliar, dan posisi kelima PT. First Heavy Nickel Industri Rp. 193,882 milar.

Posisi enam hingga 10 diisi oleh PT. Virtue Dragon Nickel Industri Rp. Rp. 181,52 miliar, PT. Virtue Dragon Nickel Nickel Industrial Park sebesar Rp. 116,567 miliar, PT. Pelabuhan Muara Sampara Rp. 51,712 miliar, PT Xl Asiata Rp. 32,65 miliar dan PT Makmur Lestari Primatama Rp. 27,798.

Sedangkan 10 besar perusahaan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) diperingkat pertama PT. Ceria Nugraha Indotama Rp. 524,74 miliar, PT. Bukit Makmur Resources Rp. 467,605 miliar, PT. Andi Nurhadi Mandiri Rp. 386,661 miliar, PT. Kalingga Murda Pratama Rp. 274,98 miliar. dan PT. Anugrah Harisma Barakah Rp. 139,65 miliar

Posisi enam hingga 10 masing-masing diisi oleh PT. Tani Prima Makmur Rp. 80,00 miliar, PT. Kumala Motor Sejahtera Rp. 30,95, PT. Kembar Emas Sultra, Rp. 29,564 miliar, PT. Hoffmen Energi Perkasa Rp. 27,603 miliar, dan PT. Stargate Mineral Asia Rp. 26,74.

Adapun Penyebaran realisasi Investasi pada Triwulan I tahun 2022 berdasarkan Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe menjadi yang tertinggi dimana para investor melakukan penanaman modal sebesar Rp. 7,858,13 triliun.

Diurutan kedua Kabupaten Kolaka Rp. 831,489 miliar, Kabupaten Bombana menempati posisi ke tiga dengan realisasi investasi sebesar 679,124 miliar, posisi ke empat Kabupaten Konawe Utara Rp. 536,956 Miliar, dan Kota Kendari Rp. 520,123 Miliar berada diposisi ke lima.

Selanjutnya, Kabupaten Konawe Selatan Rp.140,271 miliar, Kabupaten Kolaka Utara Rp. 15,957 miliar, Kabupaten Buton Rp. 26,04 miliar, Kabupaten Konawe Kepulauan Rp. 21,937 miliar, Kota Baubau Rp. 1,396 miliar, Kabupaten Buton Tengah Rp. 3,656 miliar, Kabupaten Muna Rp. 2,332 miliar, Kabupaten Buton Selatan Rp. 1,020 miliar Kabupaten Wakatobi Rp. 3,420 miliar, Kabupaten Buton Utara 130 juta, Kabupaten Kolaka Timur Rp. 70 Juta, dan Kabupaten Muna Barat Rp. 54 Juta.(Adv)***

In the news
Load More
%d blogger menyukai ini: