Peringati Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi, Ribuan Masyarakat Konsel Bershalawat

Gubernur Sultra, Ali Mazi SH, nampak khitmat mengikuti kegiatan (Foto Ewit/Diskominfo Sultra)

FAJARSULTRA.COM KONAWE SELATAN,-Ribuan Masyarakat Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melaksanakan Shalawat bersama dan Tausiah, dalam Rangka Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1440 H. Yang dirangkaikan dengan Konawe Selatan Bershalawat bersama Habib Syeh Abdul Qadir Assegaf dan Dr. Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi. Bertempat di lapangan Adoolo kopleks perkantoran Pemda Konsel. Saptu Malam (17/11/2018).

Dalam sambutannya Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi. Mengatakan menyambut baik pelaksanaan peringatan Maulid Nabi yamg dirangkaikan dengan peringatan Hari santri dan Konawe Selatan bershalawat.

Menirutnya, Niat tulus dan suci memperingati Maulid Nabi sejatinya lahir dari dorongan motivasi refleksi dan kilas balik terhadap perjalanan hidup Rasulullah SAW. dengan harapan dapat menjadi media penguatan implementasidan Pengamalan akhlak Rasulullah yang sarat dengan nilai nilai suci dan pesan-pesan moral yang agung. Peringatan Maulid Nabi seyogianya tidak hanya dimaknai sebatas rutinitas kegiatan semata tanpa melihat lebih dalam nilai-nilai kemanfaatan yang menyertainya yang dapat mengantar pada upaya untuk meneladani keagungan dan kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. dalam kehidupan beragama bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

“Sungguh banyak hal yang patut kita teladani dari kehidupan Rasulullah SAW. Diantarnya bagaimana budi pekerti sikap tutur kata dan kesantunan beliau, bagaimana beliau yang memimpin dalam menyikapi kemajemukan dan perbedaan, bagaimana beliau selalu bekerja keras, menuntut ilmu, berikhtiar, pantang menyerah dan jauh dari sikap putus asa serta masih banyak lagi hal-hal yang patut kita contoh dan teladani dari akhlak Rasulullah,” katanya.

Tampak, ribuan Masyarakat Konsel melaksanakan Shalawat bersama dan Tausiah. (Foto Ewith/Diskominfo Sultra)

Sedangkan hari santri Nasional diperingati tiap tanggal 22 Oktober sejak tahun 2015 ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015 tentang hari Santri. Menurutnya, tentu tidak hanya dimaknai sebatas kegiatan seremonial semata tetapi harus juga dimaknai sebagai momentum kilas balik, history betapa besar peran kontribusi dan pengorbanan para ulama dan santri dalam memperjuangkan dan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI)

“Penetapan hari santri oleh pemerintah tidak terlepas dari sejarah mempertahankan kemerdekaan yang salah satu yang diprakarsai oleh Kyai Haji Hasyim Asy’ari selaku sesepuh dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), dimana pada tanggal 22 Oktober 1945 beliau menyerukan kepada para ulama dan santri untuk berjuang membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan RI, dari upaya Belanda dan tentara sekutu merebut kekuasaan dan kedaulatan RI,” terangnya.

Olehnya itu, ia berharap, melalui peringatan Hari santri dapat menggugah kesadaran dan pemahaman bersama, bahwa eksitensi ulama dan santri tidak hanya terkait dengan aktivitas dakwah dan keagamaan semata tetapi sejarah telah mencatat betapa banyak cucuran keringat dan air mata bahkan pengorbanan Jiwa demi membela kepentingan tanah air bangsa dan negara. Disamping itu peringatan Hari Santri diharapkan dapat menjadi sarana memperkokoh ikatan persatuan dan persaudaraan baik dalam konteks ukhuwah islamiyah maupun Ukhuwah wathaniyah.

“Kehadiran kita bersama di tempat ini juga dalam rangka kegiatan Konsel bershalawat yang akan dipandu secara langsung oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf yang sudah tidak asing lagi bagi kita. sholawat merupakan bagian dari taqarruub ilallah atau mendekatkan diri kepada Allah. Selain memperbanyak shalawat sebagai salah satu wujud kecintaan umat muslim kepada Rasulullah SAW. semoga melalui Konsel bershalawat ini masyarakat dan daerah Sultra, khususnya Kabupaten Konsel diberi keberkahan dan senantiasa dalam pertolongan dan perlindungan Allah SWT,” sebutnya

“Selanjutnya dipenghujung acara akan disampaikan tausiah oleh Bapak Dr. Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi, Lc, Ma, sosok ulama tokoh agama sekaligus tokoh politik yang telah mencapai karir dan menyelesaikan tugas sebagai gubernur Nusa Tenggara Barat. Semoga dengan tausiyah yang akan disampaikan oleh Beliau dapat memberi pencerahan nurani dan pikiran kita, khususnya dalam mengimplementasikan nilai-nilai ajaran agama yang sejatinya mengedepankan kedamaian kasih sayang persatuan dan persaudaraan,” lanjutnya.

Terakhir Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Konsel, keluarga besar Nahdlatul Ulama khususnya di wilayah Konsel, serta semua pihak terkait atas terselenggaranya multi kegiatan keagamaan secara bersamaan tersebut.

“Tentu hikmah mendasar yang kita peroleh dari kegiatan ini adalah bagaimana kita lebih meningkatkan kualitas ibadah serta bebas dari berbagai penyakit hati yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga bagi orang lain,” tandasnya.

In the news
Load More
%d blogger menyukai ini: