Penyusunan Rencana Umum Energi Daerah Mulai Digagas

Kendari FS,-Tim Dewan Energi Nasional bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menggagas Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Sultra.

Menurut Sekertaris Jendral Dewan Energi Nasional Saleh Abdul Rahman, penyusunan RUED tersebut sesuai dengan amanat dari undang-undang energi dimana mewajibkan daerah untuk menyusun RUED.

“Apa itu ruwet ? itu adalah rencana umum kegiatan energi kita ke depan, seperti apa energi wajah atau pengembangan sektor energi di daerah kita ini. Terutama untuk menjamin ketahanan energi di daerah ini,” katnya Jumat (13/04/2018)

Menurutnya tujuan utama penyusunan RUED ialah guna menjamin akses masyarakat terhadap energi terpenuhi dengan baik.

“Itulah yang kita susun yang kita pikirkan bersama ini melibatkan semua pihak semua Dines terlibat BPS semua terlibat karena ini merupakan hasil pekerjaan bersama,” ucapnya.

Dibeberkan dalam penyusunan RUED harus pengacu kepada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebab ada beberapa target yang harus tercapai.

“Target yang harus kita capai yang paling penting itu adalah bagaimana kita meningkatkan rasio identifikasi harus 100% secepat-cepatnya, Kemudian kita harus meningkatkan konsumsi listrik perkapita kalau sekarang kita ini masih di bawah 500 nah pertanyaannya tahun 2025 berapa,”bebernya.

Saat ini pihaknya bersama Pemprov Sultra menargetkan penyelesaian angka-angka kebutuhan serta target energi kedepan.

“Kita bikin pemodelan hari. Kapan kita bangun pembangkit listrikya dari tenaga air dari tenaga surya kapan kita bangun, kemudian nanti dari mana duitnya APBD, APBN, dari bantuan asing atau dari pinjaman luar negeri,” terangnya.

Disebutkan setelah RUED tersebut selesai, maka selanjutnya Pemerintah Daerah mengajukan ke DPRD, untuk diajukan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Secara keseluruhan di Indonesia sudah 70 persen daerah sudah siap, sudah finalisasi net,”tandasnya.

Sementara itu asisten I Setda Sultra Sultra Syarifudin Safaa berharap penyusunan RUED tersebut bisa segera selesai sebab tanpa Dokumen tersebut, perencanaan energi akan tidak teratur sementara di Sultra adalah daerah yang kontribusi energi kita cukup besar, dimana setiap investasi yang masuk selalu membutuhkan namanya energi.

“Sekarang kita sudah mulai . Nah untuk tahap pertama itu kita susun untuk pendataan, itu di back up oleh BPS dan Bappeda kemudian kita akan membuat matriks kegiatan sehingga kita harapkan bahwa tahun 2018 ini bisa selesai kemudian Dokumen itu nanti dibawa ke DPR sebagai bahan raperda” terangnya.

Di tambahkan ntuk mempercepat itu dari dewan Energi Nasional telah mengutus satu orang untuk tinggal di Sultra guna membantu memfasilitasi penyusunan RUED sehingga bisa mengalami percepatan penyelesaian.

“Dengan pengalamannya kita harapkan bawah bisa mempercepat rencana penyusunan RUED kita,” tandasnya.

Muhammad Asbar

In the news
Load More
%d blogger menyukai ini: